Oleh: oyoth | Agustus 21, 2008

POLEMIK TENTANG MUSIKALISASI PUISI

Pementasan puisi dengan model musikalisasi puisi sekarang sedang menjadi trend. Di berbagai daerah telah terbentuk komunitas musikalisasi puisi. Namun, apakah sebenarnya musikalisasi puisi itu?

Sampai saat ini minimal ada tiga kategori musikalisasi puisi. Pertama, musikalisasi puisi murni. Yang dimaksud musikalisasi murni adalah penggubahan puisi menjadi syair lagu tanpa mengikutsetakan pembacaan puisi. Yang dipentaskan adalah benar-benar sebuah lagu, dan puisi hanya berperan sebagai syair lagu. Perbedaan lagu hasil musikalisasi dan lagu yang diciptakan bukan dari puisi tidak terlalu kelihatan. Hanya perbedaan isi syair dan kedalaman maknalah yang membedakan syair puisi dan syair nonpuisi. Model musikalisasi puisi semacam ini sebenarnya telah tumbuh lama. Syair-syair lagu yang dibawakan oleh BIMBO sebagian merupakan puisi-puisi ciptaan Taufiq Ismail. Misalnya saja lagu Panggung Sandiwara dan Sajadah Panjang. Model musikalisasi ini semakin terangkat pamornya ketika muncul musikalisasi puisi Aku Ingin karya Sapardi Djoko Damono.

Kedua, musikalisasi puisi versi sastra. Yang dimaksud musikalisasi puisi versi sastra adalah pembacaan puisi yang diiringi oleh permainan alat-alat musik. Yang dipentaskan adalah pembacaan puisi tanpa dinyanyikan, tetapi selama pembacaan puisi ada backsound live permainan alat musik seperti biola, gitar, atau alat musik lainnya. Jelas bahwa fokus utama musikalisasi puisi versi ini adalah keahlian olah vokal pembacaan puisi. Model musikalisasi seperti ini sudah tumbuh lama di dunia pementasan karya sastra dan teater.

Dua kubu di atas (versi penyanyi dan versi pemain teater) saling tarik ulur dalam memberikan makna atas musikalisasi puisi. Para penyanyi beranggapan bahwa fokus musikalisasi puisi adalah nyanyian. Sehingga musikalisasi puisi masuk dalam wilayah seni suara dan seni musik. Sementara para pegiat teater berpendapat bahwa fokusnya tetap pada puisi, sehingga porsi pembacaan puisi menjadi yang utama, musik sekedar pelengkap.

Bagaimana sebenarnya musikalisasi puisi yang ideal? Pada hemat saya, musikalisasi puisi merupakan kerja kolaborasi antara aliran seni musik dan aliran seni sastra. Untuk itu, agar muncul kolaborasi yang bernilai seni, musikalisasi puisi perlu memberikan tempat yang seimbang (harmonis) antara keahlian seni suara dan keahlian seni sastra. Maka, musikalisasi puisi sebaiknya memunculkan kedua unsur tersebut secara harmonis. Artinya, dalam musikalisasi puisi harus tercermin keindahan nyanyian dan keindahan pembacaan puisi. Kolaborasi lagu dan pembacaan puisi dapat diciptakan jika suasana puisi dapat diterjemahkan dengan baik oleh pembaca puisi dan pencipta lagu. Jika dapat diterjemahkan dengan baik maka akan terpancar kualitas puisi sekaligus kualitas musikalnya.

Beberapa contoh telah dibuat oleh beberapa komunitas di Yogyakarta, mulai dari Balai Bahasa dengan Sanggar Sastra Indonesia (SSIY), SMA Stella Duce 2 Yogyakarta dengan Komunitas Sastra Stero (KSS). Beberapa judul musikalisasi yang dibuat oleh KSS adalah Waktu, Di Keningmu ada Puisi, Doa Selamatan, dan masih banyak lagi.

Pengin punya? Datang saja ke SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Atau hubungi saya  di agsuyoto@gmail.com. Ada delapan Video Compact Disk (VCD) yang telah kami buat. Ada juga media-media pembelajaran sastra lain seperti drama pendek, pidato, dan promosi buku. Asli karya sendiri. OK


Responses

  1. pak mau tanya,bahan-bahan pelajaran diambil dari alamat yang mana???aku bingung pak… atau bahan-bahannya diambil dari alamatnya bapak smua????

  2. Pak,materi sastra kelas XI,,bingung yang mana???
    tapi aku sudah ngambil beberapa materi tentang gaya bahasa,majas,membaca cepat,dll
    itu termasuk materi kelas XI IPS enggak,pak???

  3. nah kategori yang ketiganya apa?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: